Subhanallah.. C̷anggihnya Islam Zaman D̷ahulu,Bukti Penemuan TeknoIogi N̷ano Digun̷akan Dalam Per̷ang

Diceritakan bahawa hebatnya pεdang Salahuddin Al-Ayubi mampu membelah sapu tangan sutera yang melayang jatuh di atasnya, dapat mem0tong pεdang Iawan dan dapat membeIah batu tanpa ia jadi tumpul. Sejauh mana kita semua tahu sudut kehidupan pahlawan Islam terhebat semasa per4ng s4lib, Salahuddin Al-Ayyubi? Dia terkenal sebagai tokoh yang kuat yang dapat menimbulkan rasa gerrun dan rasa hormat kepada tentεra musuuh. Yang lebih manis lagi, keperibadian inilah yang selama hampir seratus tahun memimpin pembεbasan Tanah Suci ketiga umat IsIam dari cengkaman Kr!stian.

Prof. Dr. Peter Paufler dan kumpulannya di Universiti Teknologi Dresden, Jerman, ketika mereka menemui NANO CARBON TUBE (karbon nanotube) di dalam pεdang yang digunakan oleh Salahuddin Al-Ayubi dan tentera Islam semasa perrang saIib.

Nanotube karbon inilah yang menjadikan ped4ng peju4ng Islam begitu istimewa. Sangat Tajjam tetapi fleksibel. Penemuan ini diterbitkan oleh jurnal Nature (salah satu jurnal saintifik paling berpengaruh di dunia) pada tahun 2006. Pada tahun 1192, Richard the Lion Heart, raja Inggeris yang memimpin Pasukan tentera Krist!an dalam Per4ng SaIib III, bertemu dengan mvsuh utama mereka, pemimpin Islam Salahuddin al-Ayyubi. Kedua-dua pemimpin ini saling hormat-menghormati.

Kedua-dua pemimpin yang kemudian menjadi legenda, seperti yang digambarkan oleh Sir Walter Scott dalam novel The Talisman, memamerkan senjata mereka. Richard mengeluarkan pedang lebar serta tajam berkilat buatan pandai besi terbaik Kepulauan Inggeris. Salahuddin menghunus pedang kegemarannya. Pedang besi melengkung buatan pandai besi di Damsyik yang tidak berkilat.

Kemudian Richard membelah kotak dari besi hingga tebelah dua dan Shallahudin Al Ayubi kemudian meleparkan kain sutera halus terbang dan jatuh di permukaan Pedang Melengkung Damaskus dan kemudian sutera itu tersebut putus karena sangat tajamnya pedang. (Cerita Logam, buku saku yang diterbitkan oleh Perpustakaan Ladybird)


Kisah 2 Beradik Penjual Tisu Yang Tidak Pernah Lupa Solat 5 Waktu Di Masjid, Setiap Selesai Solat Asar Dan Maghrib Dia Sempat Membaca AlQuran

“Kesedaran seperti inilah yang dapat mendorong seseorang untuk berbagi perasaan empati dan simpatinya atas ‘tang kapan’ dalam proses ‘membaca’ lingkungan di sekitarnya. Biasanya media sosial adalah sarana untuk mengungkapkan perasaan tersebut dalam bahasa informatif yang persuasif.”

Tidak semua orang hidup bahagia. Ada sebagian orang yang harus bekerja ke ras mengumpulkan wang untuk sekedar bertahan hidup di tengah kesu litan hidup. Sebagai manusia, kita harus ‘membaca’, melihat sekeliling dan sekeliling kita.

Postingan yang benar-benar menggerakkan kita pada aksi nyata. Ini salah satunya:

Mereka tidak pernah melupakan kewajibannya kepada Tuhan meski dengan segala keterbatasannya, apalagi usia mereka yang masih sangat muda sehingga mungkin teman sebayanya belum memahami kewajiban menyembah Tuhan. Sebagian besar teman sebayanya mungkin lebih suka mengemis daripada mencari makanan halal dengan menjual tisu.

Salut dengan perjuangan kedua anak ini, setiap hari berjualan tisu di lampu merah keliling jalan. Ratulangi-Sudirman dekat Wisma Kalla. Yang saya bahas adalah mereka tidak pernah lupa sholat 5 waktu di masjid dan setiap selesai sholat ashar dan maghrib dia sempat membaca Alquran.

Semoga masa depanmu cerah, Nak. Tetap berjuang dan jangan menyerah. Raih ambisi Anda karena setiap orang akan mampu melukis dan membingkai masa depan mereka sendiri. Siapapun yang melihat anak ini di lampu merah memiliki kesempatan untuk berdonasi dengan membeli 10.000 tisu untuk tiga bungkus. Semoga apa yang kita habiskan layak untuk beribadah di sisi Allah SWT .. Aamiiin…

Sumber: viralmasakini via kongsisibomonicko.com / breaking78post

Sudah Baca Jangan Lupa Like & Share Yaa.. Terimakasih..

Jom join group Ceramah Apa Hari Ini (CAHI) , Sama2 Kita Mencari Serta Berkongsi Ilmu… insyaAllah bermanfaat disana.. TQ
Ingin Sertai –> Klik Di Sini